Sunday, February 10, 2008

Momento

Sajak Alex R. Nainggolan


semestinya kita kembali menikmati sore di kota ini
membiarkan matahari menelusup
sekadar mengusap sedih yang lama tumbuh di dada
dan sorepun lepas
menjadi senja emas
anak-anak berlarian
menunggu gelap berkecambah
magrib yang muram

semestinya tak perlu kutanyakan padamu,
mengapa siang itu hujan turun deras
dan sorepun lembab
kenangan berlepasan
tatapan matamu yang bulat
tak pernah lenyap

Jakarta, 2007

No comments: