Sajak Ibrahim Barsilai Jami
Bergayut
menuju haluan
Ke sana kita meniti
menjajaki diri
pada penantian
Warna-warni katamorgana
memadu irama
membius luka
segala yang mendera, kejujuran!
Biarkan hari-hari bergirang
membawa segala nada
pada cinta dan rasa
segala nama, kebenaran!
Sebuah kata
pada makna
yang mendakwa sukma
"Kerinduan!"
Purwokerto, 31 Agustus 2008
Thursday, January 21, 2010
Kerinduan
Posted by
Kantong Sastra
at
9:57 PM
0
comments
Labels: karya (puisi)
Sajak Ketika Purnama
Sajak Ibrahim Barsilai Jami
Pada setiap sepimu, terhempaskan riak dan riang sang purnama
Meradang ke ufuk gelora malam yang menawan
Tereja sajak, terpilin rupawan
merambati nalar yang blingsatan
bait-bait sajakmu beradu cemburu
pada cumbu disetiap penjuru
kemari, tataplah sinarmu yang menerawang
meluruhkan kesumat yang membisu lalu tertawan
wahai, akal yang kandas!'
tambahkan pada nyalimu setetes rasa yang terbuang
Lirikmu makin syahdu
Mencumbui para babu yang lugu
Di batas mimpi-mimpi yang dungu
Jangan menunggu!
Wahai, waktu berlalu
memburu masa dan lampau
kita berpacu...
Posted by
Kantong Sastra
at
9:56 PM
0
comments
Labels: karya (puisi)
Meniti Hari
(buat: Sahabat di segala waktu)
Sajak Ibrahim Barsilai Jami
Jangan engkau tertegun
dalam perhentian langkahmu
jangan terpana dengan problema
yang telah berlalu.......
Sebab kesempatan
hari-hari
matahari
fajar
dan semangatmu itu
bukankah itu api yang berkobar?
Yang sanggup membakar, menghanguskan
lembaran lama yang usang
kesempatan
akan tetap datang
dan keberhasilan hanya diundur
Suatu waktu
keberuntungan akan menghampirimu
kemenangan akan menggapaimu
saat kau terjerembab
tak bisa lagi berkata-kata
jangan teteskan air mata gundah
Hari ini
kita masih dapat bersua
meniti waktu, cerita, dan mimpi
tentang kisah, wanita dan khayalan cinta
di batas waktu
sampai napasku tersengal
dan nadiku berhenti berdetak
sampai sang pencipta memanggilku
Aku akan kagum
betapa kau gigih berjuang
tegar bagai baja
menangis lalu tertawa
riang
karena kita pasti bisa
Sokaraja, 28 Agustus 2008
Posted by
Kantong Sastra
at
9:55 PM
0
comments
Labels: karya (puisi)
Aura Kebenaran
Sajak Ibrahim Barsilai Jami
Mari menari....
Membidik angan
Semua seteru yang memburu kuasa
Ciutkan eksotis
beradu cumbu merinduh ditempuh
sebulir lentera yang redup membias segara
Menarilah, sayang!
Tambatkan lenganmu
bergayut sembari sesumbar
membuyarkan nalar yang liar
Pasrah......
Setelah segala sepi
bergaung sekujur duri
merinding perih
Segala kebenaran
merasuki organ-organ bertepi
selaksa resah bergelimpangan
memudarkan kisah yang kentara
pada kelana setelah kembali ke dalam buana
Sokaraja, 01 september 2008
Posted by
Kantong Sastra
at
9:52 PM
0
comments
Labels: karya (puisi)